berfokus pada kelanjutan kisah para putri di tengah konflik kerajaan yang kompleks. Pada titik ini, ceritanya semakin mendalam ke dalam hubungan antarkarakter dan ketegangan politik. Alur cerita utama melibatkan ulang tahun Biyon yang ke-18, di mana dia menghilang dari rumah lagi. Dia bersama Sei, yang tidak mengerti kesedihan dan keheningannya. Mereka berdiskusi tentang asal usul Sei sebagai yatim piatu dan kerinduan mereka akan rumah atau teman. Konflik emosional dan pencarian jati diri para karakter terus menjadi inti cerita di volume ini.