Novel Salju berkisah tentang Ka, seorang penyair Turki yang kembali dari pengasingan politik di Jerman setelah 12 tahun tinggal di Frankfurt. Ia datang ke kota Kars, sebuah kota kecil di timur Turki yang terkenal dengan saljunya yang tebal, untuk menulis laporan tentang fenomena bunuh diri yang terjadi di kalangan gadis-gadis muda dan pemilihan umum lokal di sana.
Ketika Ka tiba di Kars, salju yang lebat menutup akses keluar masuk kota, sehingga ia terjebak di sana lebih lama dari yang direncanakan. Di sinilah ia bertemu kembali dengan Ipek, cinta lamanya yang kini telah bercerai dan mengelola sebuah hotel bersama ayahnya. Tumbuh lagi rasa cinta di antara mereka, namun hubungan itu penuh kerumitan dan ambigu.
Ka juga menyaksikan berbagai ketegangan sosial dan politik di Kars: konflik antara kaum sekuler dan kelompok Islamis, debat tentang hukum larangan kerudung di sekolah, dan berbagai kekerasan yang makin meningkat. Ketika konflik itu memuncak, terjadi kudeta militer yang diselenggarakan oleh tokoh-tokoh lokal, teatrikal dan brutal, yang menggambarkan betapa rapuhnya tatanan sosial kota itu.
Salju yang terus turun menjadi simbol penting sepanjang novel — melambangkan stagnasi, isolasi, konflik batin, sekaligus estetika yang mempengaruhi cara pandang Ka terhadap cinta, agama, dan identitasnya sendiri.
Akhir cerita mengungkapkan nasib Ka setelah peristiwa politik dan emosional di Kars: ia kembali ke luar negeri, tetapi kehidupannya hancur oleh cinta yang tak terwujud dan peristiwa konflik yang ia saksikan. Narator kemudian, yang ternyata adalah teman Ka bernama Orhan Pamuk, berusaha menelusuri kehilangan Ka dan karya puisinya, serta merefleksikan kejadian-kejadian yang terjadi di Kars