Cerita diceritakan dari sudut pandang Ikal, seorang anak dari keluarga sederhana yang menjadi narator sekaligus tokoh utama. Ia dan teman‑temannya bersekolah di SD Muhammadiyah, sebuah sekolah yang sangat sederhana, dengan bangunan reyot, ruang kelas penuh keterbatasan, dan fasilitas minim. Sekolah ini bahkan sempat terancam ditutup karena tidak memiliki cukup murid masalah yang berhasil teratasi setelah seorang anak bernama Lintang, yang pintar luar biasa, datang dan membuat jumlah murid mencapai syarat minimum.