Cerita dimulai ketika Alif kembali ke kampung halamannya di Maninjau (Sumatera Barat) dan bertekad untuk melanjutkan kuliah di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Karena lulusan pondok tidak memiliki ijazah SMA, Alif harus mengikuti ujian persamaan terlebih dahulu untuk mendapatkan ijazah setara SMA agar bisa mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi. Walaupun berjuang keras, nilai yang ia peroleh pas-pasan, namun ia tetap berhasil lolos dan diterima di jurusan Hubungan Internasional.