Kisahnya berpusat pada seekor cacing kecil yang sangat menyukai kotorannya. Baginya, kotoran itu adalah sesuatu yang paling berharga, indah, dan sempurna. Namun, makhluk lain yang melihatnya menganggap kotoran tersebut menjijikkan dan tidak bernilai. Perbedaan pandangan ini menjadi inti cerita.
Melalui perjalanan dan percakapan sederhana, cacing belajar bahwa setiap makhluk memiliki cara pandang dan kebahagiaannya masing-masing. Apa yang dianggap buruk oleh satu pihak bisa jadi sangat berharga bagi pihak lain. Cerita ini menekankan bahwa kebahagiaan tidak selalu berasal dari hal besar atau mewah, melainkan dari menerima dan menghargai apa yang kita miliki.