novel fiksi remaja bergenre fantasi–sains fiksi yang mengangkat tema identitas, kemanusiaan, dan hak hidup. Cerita berfokus pada Saul, seorang remaja yang suatu hari menyadari bahwa dirinya bukan manusia asli, melainkan hasil kloning.
Dalam dunia cerita, kloning dilakukan secara rahasia untuk menyediakan “cadangan tubuh” bagi orang-orang kaya yang ingin memperpanjang hidup mereka. Saul diciptakan untuk suatu tujuan yang mengerikan: jiwanya dan kehidupannya dapat diambil kapan saja demi kepentingan orang lain. Ketika kebenaran ini terungkap, Saul dipaksa melarikan diri dan berjuang untuk mempertahankan hidupnya.
Sepanjang pelariannya, Saul mempertanyakan makna menjadi manusia, hak untuk hidup, dan arti kebebasan. Ia harus menghadapi ketakutan, pengkhianatan, serta sistem kejam yang memperlakukan klon sebagai benda. Novel ini membangun ketegangan emosional sekaligus mengajak pembaca merenungkan dampak moral dan etika dari kemajuan teknologi.