Proses belajar mengajar di sekolah tidak cukup berhenti di teori, lebih jauh dari itu. Mendidik dengan cinta dan kasih sayanglah "tokoh utama menyukses-kan pendidikan. Insan Kamil telah ber-hasil menjadikan sekolah tidak hanya tempat menuangkan ilmu pengeta-huan, tapi juga tempat bermain yang mengasyikkan dan "rumah kedua" bagi siswa-siswi mereka.
bahwa Apa yang dipraktikkan oleh asatidzah Insan Kamil menunjukkan mereka tidak hanya guru, tapi sebagai órang tua yang mempunyai harapan, kasih sayang, dan mimpi besar kepada anak didik mereka. Guru bagi mereka bukan hanya profesi belaka, tapi sebuah pilihan hidup yang terpatri di hati yang paling dalam. Keceriaan murid adalah kesenangan mereka, kesedihan murid adalah kemuraman mereka, tangisan murid adalah airmata mereka, prestasi murid adalah kebanggaan mereka, dan keberhasilan murid adalah ledakan ke-bahagiaan mereka. Subhanallah