malam amat gelap dan jalan seolah tak berujung. selama belum melewati perbatasan iran, melihe masih dilingkupi rasa khawatir. meski sebenernya, tempat mana pun tak ada beda baginya. sudah lama kegelisahan besar menaungi hidupnya.
malihe masih ingat betul saat duduk dalam akad nikah dan melihat wajah ceria masjid di cermin, tercetuslah ikrar pada tuhan bahwa ia akan selalu ingat ucapan ibunya yang sekaligus jadi figur hidupnya itu. "seorang gadis masuk rumah suaminya dengan pakaian pengantin dan harus keluar dari sana dengan kain kafan"