Wah, mengapa ya saya menjadi amat emosional menyikapi masalah tersebut ya, padahal itu hanya soal detail yang tidak prinsipil, tetapi malah mengakibatkan gagalnya mencapai tujuan yang amat prinsipil?
mengapa saya tak mampu sama sekali mengendalikan ledakan emosi saya, padahal saya juga sadar bahwa kalau terus mempeeturutkan emosi, maka hasilnya akan sangat buruk dan berantakan ya?
bagaimana sih cara mengelolah emosi agar tidak membuahkan hal-hal tak menyenangkan begini, yang justru menjauhkan saya dari pintu kesuksesan bisnis/ karir dan kebahagiaan hidup?