"Lan kulo njoged piyamba, anakku njoged piyamba, nangeng ra pinanggeh" (dan aku menari sendiri, demikian juga anakku menari sendiri, tapi kami tidak perna bisa bertemu kembali)
semua bermula saat sutrimo memutuskan memboyong keluarganya di kota bandung demi mendapatkan kehidupan yang layak. namun, nasib baik belum berpihak padanya.