"aku ... aku dulu malu dengan tubuhku. bentuknya aneh, seperti berpunuk. aku malu kalau semua orang melihatku," ujar tari.
ya, itu aku dulu. meskipun tari menderita skoliosis- sejenis kelainan pada tulang belakang, tapi tari tidak ingin hidupnya terpuruk. dia berusaha berpikir positif dan menjalani hari-harinya dengan ceria bersama mila dan felisha, sahabatnya. bahkan, tari berjuang keras untuk memenangkan children writing contest agar mendapat hadiah uang untuk membeli alat penyangga tubuh untuk punggung.