"gempa susulan!" sebuah suara berteriak. seorang mulai menjerit. seseorang yang lain menangis. seorang pria mulai berdoa lirih, "tuhan, biarkan berakhir, biarkan berakhir dengan cepat!" uma bertanya-tanya, apakah gerangan yang diinginkan pria itu agar berakhir? gempa bumi, keterkungkungan ini, atau nyawa mereka? tunggu sebentar, uma ingin protes. aku belum menceritakan kisahku.
sembilan orang terjebak dalam sebuah kartor permohonan visa saat terjadi gempa dasyat. hampir 12 jam berlalu sejak gempa terjadi, pertolongan tak kunjung datang. listrik mati, langit-langit runtuh, air mulai merambat naik, dan dimana-mana ada mayat yang mulai mengambang. rasa takut pun semakin kuat mencengkram hati. sebagai pengalih perhatian sementara, kesembilan orang itu mulai berkumpul dan saling berkisah. masing-masing menceritakan satu momen dalam hidup mereka. kisah yang bisa menggerakkan hati mereka dan menumbuhkan semangat baru untuk tetap bertahan. satu kisah yang menakjubkan, yang ternyata akan mengubah hidup mereka selamanya.