dalam sejarah kecendikiawan islam, sebagaimana sering dijumpai pula dalam sejarah kecendikiawanan asia, esteika dan hermeneutika merupakan dua bidang ilmu yang tidak terpisahkan. baik dalam amalan penciptaan karya sastra ataupun seni. khusus dalam istiadat kecendikiawanan islam pula, estetika selalu mempunyai kaitan dengan epistemologi, komologi, psikologi, dan metafisika - terutama seperti yang digagaskan oleh para filsif dan sufi seperti ibn sina, sahl al maqtul, ayn al quddar al hamadhani, ibn arabi, jalaludin rumi, abdul rahman al jami, dan nusantara oleh hamzah fansuri, sunan bonang, syamsudin pasai dan lain-lain.