dewasa ini hubungan islam-barat bisa dikatakan memasuki era baru. pertama, populasi umat muslim maupun konversi orang barat ke dalam islam-semakin signifikian, dan ini pada gilrannya memberikan dampak yang semakin nyata dari nyata dari segi politik, sosial, ekonomi. kedua. keislaman juga cenderung meningkat di mana-mana. umat islam tampak ingin menunjukkan identitas khasnya yang berbeda dengan umat lain, termasuk dan terutama dengan barat. ketiga, hubungan keduanya sangat rentan, labil, dan mewarisi rasa ketidakpercayaan yang berakar mendalam di sepenjang sejarah, utamanya karena memori kolektif peran salib yang traumatis. bagi umat islam, barat sering dinilai terlalu dominan - perkasa, eksploitatif, berstandar ganda, dan diskriminatif - khususnya dalam masalah palestina - israel dan kebijakan luar negeri, sedangkan bagi barat, umat islam sering dianggap mempromosikan kekerasan, melanggar hak asasi manusia, dan anti - demokrasi.