"....tidaklah seorang hamba menhadap kepada allah dengan hatinya melainkan allah akan menjadikan hati orang-orang mukmin mendekatinya dengan cinta dan sayang dan allah lebih cepat menghadapinya dengan segala kebaikan" (HR.Timidzi)
sering shalat itu terasa berat bagi sebagian kita, karena sering dikuasai oleh hayalan, perasaan was was yang datang dan pergi. bahkan, saat menunaikan shalat, sesuatu yang lupa teringat, keinginan dan harta bergelanyut, sehingga sering gerakan shalat terlupakan, bacaan shalat terlalaikan dan sunnah-sunnah shalat terabaikan. hingga akhirnya shalat pun tidak membekas dalam diri.
semestinya, saat menunaikan shalat, seseorang merasa tengah berdiri di harapan rabb-nya, merasakan keluhuran dan keagungan-Nya. ia menghayati setiap kalimat yang keluat dari lisan sehingga ia senantiasa tunduk dalam setiap rukun-rukunnya, merenungkan hikmah syariah yang diberlakukan allah kepadanya dan memahami eseni keberadaan diri dan ibadahnya.