bangsa indonesia, mayoritas penduduknya adalah muslim, dengan ribuan bahkan jutaan ustadz dan santri. diskusi -diskusi dan ceramah keagamaan begitu marak dilaksanakan. bahkan pengajian tiap hari tidak perna terlewatkan, baik yang dilaksanakan oleh kalangan pejabat maupun rakyat. namun, mengapa krisis moral dan kemaksiatan seolah equivalent dengan semarak dan banyaknya pengajian tersebut? bahkan, yang mengagetkan, justru bukan hanya mendekati, tetapi sudah masuk ke lembaga instansi yang ber"stempel" moral, agama, dan pendidikan (kyai korupsi, guru selingkuh, hingga pengyalagunaan dana jamaah). pertanyaannya: apanya yang salah?