A nda mungkin akan haru, bangga dan bahagia tatkala anak Anda yang masih duduk di sekolah dasar selalu memperoleh ranglang terbaik di sekolahnya. Tapi Anda akan menjadi bingung tatkala ditanya: Mengapa anak Anda yang usianya sudah belasan tahun itu, sangat cengeng, penakut dan gagal dalam menjalin komunikasi bersama teman-temannya? Hal inilah menjadi bukti bahwa ternyata penilaian rangking di hampir semua sekolah, hanyalah semata berdasarkan peda penilaian IQ (Intelligence Quotient) dan keberuntungan siswa dalam penguasaan mata pelajaran kognitif. Padahal tingginya IQ yang dimiliki seorang anak tidak otomatis membuatnya mampu mandiri, sukses dalam pergaulan atau bahkan tetap saja kesulitan dalam kehidupan ini.
Para ahli menyarankan bahwa tingginya IQ seorang anak perlu diimbangi dengan faktor EQ (Emosional Quotient) yang mema-dai Misalnya saja, bila anak kelak ingin dididik menjadi peda-gang yang sukses, maka bukan pengetahuan bisnis saja yang diperlukan, tapi juga harus memiliki jiwa yang sabar, ulet, pantang menyerah serta lain lainnya. Sebab adakalanya, bahkan faktor EQ-lah yang kadang-kadang malah lebih berperan menunjang karier seorang anak kelak.