aku tidak menyangka kalau keputusan spontan menggunakan aset kekayaanku satu-satunya, yaitu hasil pembagian tanah dari orang tua, untuk membiayai ibadah haji bersama ayahanda 6 tahun silam, menjadi berkah luar biasa dalam hidupku.
berhaji di usia muda, siapa yang tidak suka. apalagi untukku yang penuh jiwa bertualang. selain tumpukan buku-buku panduan haji, aku juga melengkapo diriku dengan kamera, handycam, buku catatan harian, dan bergulung-gulung kertas doa titipan "orang sekampung". selain doa "sapu jagat" minta bahagia dunia akhirat, doaku yang paling sering kuulang-ulang pada setiap tempat makbul adalah s2 di luar negeri dan keliling dunia. dan tuhan mengabulkan permintaan itu. ikuti kisahku menjajah dunia!