mat benu bukan pelukis besar. ia bukan jebolan akademi seni, bukan pula langganan galeri elit. tapi hidupnya penuh warna warna yang kadang suram, kadang terang, sering luntur tapi selalu jujur.
buku ini adalah kumpulan anekdot satire yang menyajikan kisah-kisah jenaka, getir, dan menyentil. lewat tokoh mat benu dan lingkungan cak brut, cak udin, ning mah, dan kolekdol lainnya pembaca diajak menyusuri realitas dunia seni, politik, sosial, dan budaya yang dibumbui absurditas ala kampung dan kegigihan ala rakyat kecil
dari pameran yang viral tanpa akun tiktok, undangan gubernur yang berujung sati tanpa piring, hingga mural desa yang dibayar dengan "terima kasih digital", mat benu mengajak kita melihat dunia dari pinggiran dengan tawa dan sedikit gigit bibir.