"haa! ini kan bekas telapak kai kantauan?" tanpa sadar kalimat itu meluncur dari mulut pak hakim ketika melihat bekas telapak kaki berukuran raksaksa itu di kebun yang baru saja dibuka di kaki bukit kantauan.
rupanya ajakan pak hakim untuk mengolah tanah di bukit itu menyebabkan kantauan murka. pangtua memutuskan pak hakim harus menerima hukuman dari kantauan. suasana haru bercampur tegang mengiringi langkah pak hakim memasuki gua tempat tinggal kantauan. namun suasana itu berubah menjadi suka cita seketika guru muda itu keluar sambil menarik sepasang kaki buatan berukuran raksasa..
cerita di atas adalah salah satu dari delapan cerita yang terdapat dalam buku ini. beragam tema yang disajikan membuat buku ini semakin menarik untuk disimak.