dalam merespon kebudayaan dan tradisi luar. para leluhur kita sebenarnya telah membuat semacam panduan. sebuah strategi kebudayaan yang berbunyi, al hmuhafadlah wa al qodimi as sholih wal akhzu bi al jadidi al ashlah (merawat dan menjaga tradisi lama yang baik. mengambil tradisi baru yang lebih baik)
namun realitasnya, banyak tradisi dan kebudayaan baru yang bukan saja belum memenuhi kriteria 'lebih baik'. tapi justru lebih buruk dan nyatanya tidak sesuai dengan kultur serta nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat kita.
kebudayaan dan tradisi semacam ini tetap saja diikuti secara membabi buta. orang-orang ini, terlebih anak-anak muda seperti tidak peduli akan kualitas dari apa yang diikuti. mereka tetap saja menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. padahal budaya dan kultur tersebut jelas-jelas bertentangan dengan nilai-nilai kesantrian dan ketimuran.
jika generasi muda sudah melupakan sejarahnya dan mengabaikan tradisi warisan leluhur yang sarat kearifan dan etika demi mengikuti tradisi dari luar yang belum tentu baik, maka beberapa tahun mendatang akan muncul sebuah generasi yang kehilangan jati diri.
karena itu buku jagad kiai gresik ini ada, sebagai buku bagian pertama