suara kecil dari balik jendela kafe yang terkuak di sebelah kursi aysila itu terdengar begitu lamat. nyaris punah ditelan bising hujan. suara yang amat dikenal asyla dengan baik, yang begitu karib dengan hari-harinya.
setelah diam beberapa jenak untuk berpikir, aysila menjulurkan kedua lengannya ke luar jendela, memenuhi pinta suara yang lirih itu, ia biarkan tubuhnya ditarik dari luar dan hinggap sempurna dalam pelukan tubuh yang hangat itu.
hujan kian mengendur, hujan kian menyusut, tapi tidak dengan sepasang kelopak mata aysila yang katup. yang kian nganga dibabat luka begitu deras menetas di pematang matanya. berjatuhan ke pipinya, lalu sebagiannya hinggap ke dagu dan lehernya, dan sebagian lainnya jatuh ke tanah, larut bersama air hujan, kemudian lesat entah ke mana....
inilah kumpulan cerpen edi AH lybenu yang sebagiannya telah dipublikasikan di media massa seperti horison, suara merdeka, dll. edi AH lybeu, cerpenis dan esais yang kandidat doktor islamic studies ini dimasukkan ke dalam angkatan sastra 2000 oleh karrie layun rampan. buku kumcernya ojung dan penjaja cerita cinta. buku nonfiksinya, diantaranya andai aku jalan kaki, masikah engkau selalu ada untukku.