lulus SMA trus cari pekerjaan? jelas bukan hal mudah. buktinya banyak sarjana yang menganggur. lantas? salahkah lena, kemudian memutuskan untuk mengambil pekerjaan itu? ia terdesak. lena tidak bisa hanya menonton teman-teman sekolahnya melanjutkan kuliah, sementara dia berdiam dirumah. di sisi lain, lena juga ingin membantu meringankan beban bapak dan ibu. ini gilirannya memberi, pikir gadis itu.
lena pun mulai bekerja. awalnya orang tuanya senang melihat kemajuan anak mereka. tapi melihat waktu bekerja yang mengharuskan gadis itu pergi malam baru pulang pagi, bapak jadi curiga. terlebih setelah mengetahui bahwa putri sulungnya itu bekerja sebagai operator telpon premium call yang berkode 0809, jasa yang iklannya identik dengan gambar perempuan setengah telanjang di koran.
kemarahan yang bisa dipahami, orang tua mana yang rela anaknya menjadi pelayan jasa kencan di udara? melayani laki-laki kesepian dan hidung belang dalam percakapan tengah malam yang penuh hasrat? belum kalau berlanjut pada kencan-kencan di darat. antara kebutuhan dan idealisme, seandainya pilihan tak menimbulkan akibat, seandainya semudah itu bagi lena untuk memilih.