sosok bapak memang segala-galanya bagi rozak, mamat dan bu sasmita. beliau adalah tulang punggung bagi istri dan kedua anaknya. pak sasmita adalah seorang ayah yang bertanggung jawab, meski keadaannya serba terbatas. untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. pak sasmita jatuh sakit yang menyebabkan kematiannya. bu sasmita, rozak dan mamat harus bekerja keras membanting tulang demi untuk sesuap nasi dan biaya sekolah. mereka berjualan jajanan dari bahan singkong dan ubi jalar.
bertubi-tubi cobaan menimpa keluarga mereka. dalam kesulitan hidup itu bu sasmita jatuh sakit karena kelelahan. jadilah rozak dan mamat harus menanggung beban pekerjaan mencari nafka.